Laporan Praktikum Fisiologi Tumbuhan
DIFUSI DAN OSMOSIS
Disusun oleh :
KELOMPOK 2
Siti Nabilah
Rika selfiana
Wahyu ningsih
Ulandari
Fitri Meylinda S
Dosen Pembimbing :
Dr. Rahmi Susanti, S.Pd, M.Si.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMUPENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016/2017
B. TANGGAL PRAKTIKUM : Jumat 27 januari 2017
A. JUDUL PRAKTIKUM : Difusi dan osmosis
C. TUJUAN PRAKTIKUM
- Untuk mengetahui waktu yang diperlukan dalam proses difusi kaliaum permanganat
- Untuk mengetahui apakah suhu mempengaruhi kecepatan difusi kalium permanganat
- Untuk membuktikan proses osmosis
- Untuk mengetahui osmosis pada kentang dilarutan NaCl 0,5% dan 25%
D. DASAR TEORI
Difusi
Difusi merupakan suatu proses penyebaran molekul-molekul suatu zat yang ditimbulkan oleh suatu gaya yang identik dengan energi kinetik. Gas, zat cair dan zat padat molekul-molekulnya ada kecenderungan untuk menyebar ke segala arah sampai mencapai konentrasi yang sama.
Difusi terjadi dari ruang yang berkosentrasi lebih tinggi ke ruang yang berkonsentrasi lebih rendah, apabila kedua benda dipisahkan oleh membran permeabel terhadap zat tersebut. Difusi berlangsung menurut konsentrasi dari suatu gradient atau suatu kemiringan. Proses ini pada umumnya terdapat pada sel seperti perembesan oksigen, karbondioksida, glukosa, asam amino dan garam mineral.
Tiap molekul bergerak secara lurus sampai ia bertabrakan dengan molekul lainnya. Contoh molekul glukosa bertabrakan dengan molekul glukosa yang lainnya,dengan molekul air atau dengan molekul selolusa .Pada setiap tabrakan molekul terpental dan menuju ke arah yang lain, hal inilah yang menyebabkan gerakan acak dari molekul tersebut.
Kecepatan difusi ditentukan oleh : jumlah zat yang tersedia, kecepatan gerak kinetik dan jumlah celah pada membran sel.
Peristiwa difusi pada tumbuhan sangat penting untuk keseimbangan hidup tumbuhan. Karbon dioksida (CO2) dan oksigen (O2) diambil oleh tumbuhan dari udara melalui proses difusi. Pengambilan air dan garam mineral oleh tumbuhan dari dalam tanah, salah satunya melalui proses difusi. Difusi zat dari dalam tanah ke dalam tubuh tumbuhan disebabkan konsentrasi garam mineral di tanah lebih tinggi daripada di dalam sel. Demikian juga gas CO2 di udara masuk ke dalam tubuh tumbuhan karena konsentrasi CO2 di udara lebih tinggi daripada di dalam sel tumbuhan. Sebaliknya, O2 dapat berdifusi keluar tubuh tumbuhan jika konsentrasi O2 dalam tubuh tumbuhan lebih tinggi akibat adanya fotosintesis dalam sel.
Osmosis
Osmosis menurut para ahli kimia adalah difusi dari setiap pelarutmelalui suatu selaput yang permeabel secara diferensial. Membran sel yang meloloskan molekul tertentu tetapi menghalangi molekul lain dikatakan permeable secara diferensial.Secara sederhana dapat dikatakan bahwa osmosis adalah difusi melalui selaput/ membran yang permeabel secara diferensial dari suatu tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah.
Osmosis merupakan suatu peristiwa perembesan suatu molekul air melintasi membran yang memisahkan dua larutan dengan potensial air yang berbeda. Proses osmosis berlangsung dari larutan hipotonik menuju larutan yang hipertonik atau perpindahan air dari molekul larutan yang potensial airnya tinggi ke potensial yang rendah melalui membran selektif permeabel (semipermeabel). Membran selektif permeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan molekul-molekul tertentu yang larut di dalamnya. Molekul-molekul yang dapat melewati membran semipermeabel adalah molekul-molekul asam amino, asam lemak dan air, sedangkan molekul zat yang berukuran besar misalnya polisakarida(pati) dan protein tidak dapat melewati membran semipermeabel tersebut tetapi memerlukan protein pembawa atau transporter untuk dapat menembus membran. Larutan yang memiliki konsentrasi tinggi memiliki tekanan osmosis yang tinggi pula maupun sebaliknya. Setiap sel hidup merupakan sistem osmosis. Jika sel ditempatkan dalam larutan yang lebih pekat (hipertonis) terhadap cairan sel maka air dalam sel akan terisap keluar. Hal itu akan menyebabkan plasma menyusut. Jika air sel terus terisap keluar akan menyebabkan plasma terlepas dari sel-sel dan sel akan mengerut. Sebaliknya jika sel berada dalam larutan hipotonis (lebih encer daripada cairan sel), air dari luar sel akan masuk ke dalam sel sehingga sel mengembang. Contoh peristiwa osmosis adalah kentang yang dimasukkan ke dalam air garam (sulistyowati, 2010:8).
Persamaan osmosis dan difusi:Osmosis dan difusi merupakan mekanisme nutrien pada waktu transport nutrien melewati membran yang bersifat pasif. Transport pasif memiliki arti bahwa mekanisme transport tersebut tidak melawan gradien konsentrasi sehingga tidak membutuhkan energi untuk melakukan mekanisme ini.
E. ALAT DAN BAHAN1.Alat
- Petri dish
- Kertas putih
- Pisau
- Botol atau gelas mineral
- Mistar
- Pipet tetes
- Gelas ukur
- Neraca
- Kertas aluminium
- Kristal kalium permanganat (kMnO4)
- Air suling panas
- Air suling dingin
- Larutan NaCl 0,5% dan 25%
- Umbi kentang
LANGKAH KERJA
Difusi
- Tuangkan air sebanyak 15 ml kedalam petri dish
- Letakkan petridish pada tempat yang rata dan dialasi dengan kertas putih yang telah dibuat garis lingkaran dengan jarak 1 cm,
- Masukkan satu kristal kalium permanganat kebagian tengah petri dish yang sudah berisi air
- Perhatikan gerak difusi molekul kalium permanganat
- Ukur diameter kalium permanganat setelah 5 menit dan 10 menit
- Ulangi percobaan dengan menggunakan air suling yang panas
- Buatlah tabel dan grafiknya
- Pilihlah umbi kentang yang besar kemudian kupas dan iris umbi kentang menjadi ukuran 2x1x1 cm
- Siapkan 4 gelas mineral dan diberi label A-D dimasing-masing gelas.
- Gelas A dibiarkan kosong, gelas B di isi dengan aquades, gelas C di isi larutan NaCl 0,5% dan gelas D di isi dengan larutan NaCl 25%
- Siapkan 3 potong umbi kentang untuk masing-masing gelas
- Timbang terlebih dahulu setiap 3 potong umbi kentang yang akan dimasukkan ke dalam gelas lalu catat berapa beratnya
- Masukkan 3 potong umbi kentang yang telah ditimbang kedalam masing-masing gelas kemudian tutup dengan kertas aluminium
- Tunggu selama 30 menit
- Amati apa yang terjadi pada masing-masing gelas
- Kemudian angkat dan timbang kembali potongan umbi kentang tersebut
- Ukur kembali potongan umbi kentang tersebut
- Catat hasil nya dalam tabel an buatlah grafiknya.
HASIL PENGAMATAN
Difusi
No
Keadaan
Diameter setelah 5 menit
Diameter setelah 10 menit
V5 Menit cm/s
V10 Menit cm/s
1
Air dingin
5 cm
6 cm
0.017
0.01
2
Air panas
6 cm
7 cm
0.02
0.012
menghitung kecepatan difusi pada saat partikel telah berdifusi dalam waktu ke 5 ( V 5menit) dan kecepatan difusi pada menit ke 10 (V 10menit) yaitu:
Pada air dingin
Pada air hangat
Osmosis
Gelas
Perlakuan
Ukuran kentang sebelum diuji
Ukuran kentang setelah diuji
Berat kentang sebelum diuji
Berat kentang sesudah diuji
Keterangan
(setelah 30 menit)
A
Kosong
2x1x1 cm
2x1x0,9 cm
48 gr
53 gr
Naik 5 gr
B
Air
2x1x1 cm
2x1x1 cm
46 gr
51 gr
Naik 5 gr
C
NaCl 0.5%
2x1x1 cm
2x0,9x0,9 cm
49 gr
61 gr
Naik 2 gr
D
NaCl 25%
2x1x1 cm
1,8x0,9x0,8 cm
47 gr
42 gr
Turun 5 gr
Grafik hubungan perubahan berat dan konsentrasi pelarut
``
PEMBAHASAN
Kegiatan I : Difusi
Dari tabel kecepatan difusi yang terdapat pada hasil pengamatan, kita dapat melihat perbedaan antara difusi K-permanganat pada air dingin dengan difusi K-permanganat pada air hangat. Pada data, ketika kristal permanganat berdifusi semala 5 menit dan dilanjutkan setelah 10 menit, memiliki diameter 5 cm dan 6 cm. Disini terlihat bahwa perbandingan waktu dan jarak yang dihasilkan pada air dingin ini hanya mengalami perubahan dalam jumlah sedikit. Berarti dalam waktu 5 menit hanya bertambah diameter 1 cm , dan ini pasti memiliki factor yang membuat perlambatan difusi terjadi pada kalium permanganat yang ada di air dingin, menurut kelompok kami. Pada difusi kalium permanganat pada air hangat dalam waktu 5 menit memiliki diameter 6 cm dan pada waktu 10 menit memiliki diameter 7 cm dan ini sama permasalahannya dengan yang air dingin karena pada waktu 5 menit hanya didapatka perubahan difusi yang begitu kecil.
. Hal ini dikarenakan suhu mempengaruhi energi kinetik suatu partikel, semakin tinggi suhu maka partikel akan bergerak semakin cepat begitu juga sebaliknya ketika suhu semakin rendah maka partikel akan bergerak semakin lambat , difusi yang terjadi pada suhu hangat pergerakan partikel K-permanganat lebih cepat dibandingkan pada air dingin oleh karena itulah proses difusi akan berlangsung lebih cepat pada suhu pelarut yang tinggi. Kini timbul pertanyaan kenapa selisih perubahan diameter pada air dingin dan air panas memiliki jarak yang sama yaitu 1 cm? Hal ini dikarenakan pada air dingin wajar kalau misalnya hanya dapat selisih 1 cm dari pertambahan waktu 5 menit, namun perlu ditnyakan pada air hangat. Menurut kami ini terjadi karena pada air hangat yang ada di cawan petri itu lama kelamaan akan semakin dingin dan pastinya akan mencapai suhu yang sama dengan air dingin sehingga ini memungkinkan bahwa air dingin dan hangat memiliki jarak yang sama dengan pertambahn waktu yang sama pula.
Kegiatan II : Osmosis
Dari tabel hasil pengamatan, diperoleh bahwa potongan kentang yang diberi beberapa perlakuan menunjukan hasil yang berbeda-beda sesuai dengan perlakuan. Pada perlakuan A yaitu potongan kentang yang dimasukan ke dalam gelas kosong terjadi penambahan atau pengurangan berat kentang yaitu sebesar 5 gr. Pada perlakuan B yaitu potongan kentang dimasukan ke dalam aquades terjadi penambahan berat kentang sebesar 5 gram. Pada perlakuan C yaitu potongan kentang dimasukan ke dalam NaCl 0,5 % terjadi penambahan berat kentang sebesar 2 gram. Pada perlakuan D yaitu potongan kentang dimasukan dalam NaCl 25 % terjadi penurunan berat kentang sebesar 5 gram.
Pada perlakuan ,B dan C terjadi penambahan berat kentang, hal ini dikarenakan terjadinya proses osmosis ke dalam sel kentang, konsentrasi air di luar sel kentang lebih besar dibandingkan di dalam sel kentang, sehingga air dari lingkungan masuk ke dalam sel kentang. Meskipun pada perlakuan B dan C sama-sama terjadi penambahan berat, namun pada perlakuan B pertambahan berat lebih besar dibandingkan pada perlakuan C, hal ini dikarenakan konsentasi air pada aquades adalah 100% H2O yang artinya lebih tinggi dibandingkan pada NaCl 0,5 % sehingga air yang masuk ke sel kentang lebih banyak dan lebih berat dari perlakuan B. Serta pada perlakuan B dan C kentang tetap tenggelam, ini menandakan bahwa kentang mengalami pertambahan massa. Pada perlakuan A kentang juga mengalami pertambahan masa, padahal dalam dasar teori hanya dikatakan penambahna terjadi jika air berifusi dengan media air dari ke dalam kentang, namun pada kentang ini hanya diberikan perlakuan menutup botol dengan kertas aluminium. Menurut kempok kami pada kentang terjadi penambahan masa Karena kesalahan pengamat yang yang tidak menutup botol dengan rapat atau pengamat tidak teliti dalam menimbang.Hal ini juga disebabkan Karena Human Error atau kesalahan manusia yakni saat melakukan penimbangan dan timbangan Ohauss yang ketelitiannya kurang akurat.
. Pada perlakuan D terjadi pengurangan berat kentang karena terjadi proses osmosis kearah luar sel kentang, konsentrasi air di lingkungan lebih kecil daripada konsentasi air di dalam sel kentang sehingga air keluar dari sel kentang. Pada perlakuan D juga terlihat bahwa kentang mengapung diatas ini terlihat bahwa air telah keluar dari kentang, sehingga membuat kentang kekurangan massa sehingga kentang bisa mengapung.
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan yang telah kami lakukan, maka kami menyimpulkan bahwa kecepatan difusi dipengaruhi oleh suhu, semakin tinggi suhu pada medium zat maka pergerakan partikel zat semakin cepat. Dengan begitu, difusi bisa berlangsung dengan lebih cepat. Difusi terjadi karena adanya perpindahan partikel dari bagian yang berkonsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah hal ini ditunjukkan dengan warna ungu dari K-permanganat yang semakin melebar. Semakin dekat dengan pusat konsentrasi, maka kecepatan pergerkan partikel semakin tinggi.
Osmosis adalah proses keluarnya air dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah melalui suatu membran. Arah osmosis menuju lingkungan jika konsentrasi air di sel kentang lebih tinggi daripada konsentrasi air di lingkungan. Sebaliknya arah osmosis akan menuju ke sel kentang jika konsentrasi air di lingkungan lebih tinggi daripada di dalam sel kentang. Faktor yang mempengaruhi osmosis adalah tinggi atau rendahnya konsentrasi air di sel maupun di lingkungan. Perubahan ini akan berkaitan dengan massa kentang jika air menuju kedalam akan menambah massa kentang sehingga berat, begitu juga sebaliknya jika air keluar dari kentang,membuat massa kentang menurun dan menjadi ringan.
DAFTAR PUSTAKA
Puspita, Tasmania.1997. Fisiologi Tumbuhan. Universitas
Sriwijaya.Sasmitamihardja, Dardjat dan Arbayah H. Siregar. 1994. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. ITB: Bandung.
LAMPIRAN
Perlakuan yang diberikan pada setiap kentang hingga 30 menit

Tidak ada komentar:
Posting Komentar